Seorang Full Time Blogger

2014 aku memutuskan untuk menjadi seorang Blogger full time.

Mengundurkan diri dari kantor tempatku bekerja. Meski waktu itu aku juga belum tahu bagaimana cara menghasilkan uang dari blog.

Pamit ke teman-teman di kantor, tak lupa ke pemilik kantor.

Ketika aku berpamitan, beliau sempat bertanya. “Emang mau kerja dimana, kok mengundurkan diri?

Begitu tanya bosku pada saat itu.

Dengan polos ku jawab “Saya mau jadi Blogger full“…

Dia sempat terheran dan terlihat mengerutkan keningnya, lalu kembali bertanya “Emang bisa ngasilin uang

Bisa pak” jawabku dengan nada yang kurang meyakinkan.

Pak bos mungkin tidak bisa menghalangiku, ia hanya menitipkan beberapa pesan sebelum aku keluar dari kantornya.

Jadilah Seorang Blogger Full Time

Dengan berbekal laptop core 2 duo aku mulai membuat sebuah blog. Waktu itu kubuat nama domainnya putratasik.com dengan cms wordpress selfhosted.

Beli hosting paling murah dari Kang Irvan Irviana (WarnaHosting).

Dengan semangat setiap hari menulis 2-3 artikel yang berhubungan dengan gadget.

Berjalan 2 bulan, aku mulai malas menulis, setiap artikel yang kubuat tak kunjung ada yang baca. Itulah tantangan awal terbesar menjadi seorang blogger yang ku alami.

Pengetahuan dasar tentang website juga minim, di sela-sela malas manulis, sering ku lihat member grup yang memposting uang hasil dari blognya.

Entah benar atau tidak, yang pasti aku sebagai newbie sangat tergiur melihatnya.

Mulai timbul semangat lagi, selain menulis, aku mulai mempelajari bagaimana cara mendapatkan Traffic/pengunjung, baca-baca refferensi tentang Webmaster Tool, tentang SEO.

Setelah membaca beberapa refferensi, ku acuhkan blog pertamaku dan membuat blog baru.

Blog pertamaku terkesan terlalu personal, bukan untuk blog monetise.

Mulai lebih serius menulis di blog baru, menurut para mastah saat itu, blog itu harus di isi artikel setiap hari agar banyak pengunjungnya.

Sebenarnya itu sebuah kesalahan. Kita cenderung menulis asal-asalan yang penting nulis tiap hari, efeknya artikel tidak berbobot, traffik pun tak datang, google enggan menampilkan blogku di halaman 1 pencarian.

3 bulan bejalan blog baru, sudah ada sekitar 500 postingan, yang semuanya tak berbobot, karena menulis asal yang penting tiap hari publis artikel sebanyak mungkin.

Belajar lagi dan akhirnya menemukan refferensi, bahwa kita haru membuat artikel yang berkualitas.

Ku pahami arti “berkualitas”. Ternyata artinya, artikel yang kita buat itu harus harus memberi manfaat buat orang, menyelesaikan masalah orang lain, atau memberi pengetahuan kepada pembacanya.

Nggak cukup segitu, artikel yang kita buat juga harus mengandung kata kunci yang banyak di cari orang.

Percuma kita bikin artikel yang menyelesaikan masalah tapi tidak ada orang yang butuh solusi permasalahan tersebut. Artikel kita pun akan sia-sia.

Sebagai contoh. Kita punya barang dangan yang bagus, murah, tapi orang tidak ada yang membutuhkan barang tersebut.

Jangankan dijual, dikasih pun orang nggak akan mau, wong dia nggak butuh barang itu.

Itulah pentingnya riset kata kunci/Keyword. Mencari kata kunci yang banyak di cari orang.

Berbekal sedikit pengetahuan itu, akhirnya aku mulai mencari kata kunci dan kubuat artikelnya, sudah mulai nggak ngasal lagi, nggak tiap hari juga bikin artikel.

2 thoughts on “Seorang Full Time Blogger”

Leave a Comment

Your email address will not be published.